cara menangkap bola yang benar
Penjaga Gawang Futsal Dalam permainan futsal, kiper atau penjaga
gawang mempunyai peran yang sangat besar sekali. Serangan dan bertahan dimulai
dari penjaga gawang, dengan distribusi bola melalui lemparan dan tendangan ke
arah pemain lainnya sebuah serangan dapat diawali, begitu juga dalam bertahan,
melalui komandonya pertahanan yang rapi dapat dilakukan. Dalam futsal penjaga
gawang memiliki kualitas yang sama dengan pemain di lapangan. Seringkali
Penjaga gawang futsal menggunakan kakinya ketika memulai atau mengambil bagian
dalam suatu serangan. Suatu saat dia menggunakan keterampilan-keterampilan yang
berbeda dan memerlukan latihan khusus teknik penjaga gawang. Penjaga gawang
memainkan satu peran yang unik dan penampilannya sangat penting di lapangan
dalam memenangkan permainan. Karakteristik utama penjaga gawang adalah
spiritual, mental dan fisik. Seorang Penjaga gawang membutuhkah :
Kecepatan reaksiarakteristik utama penjaga gawang adalah
spiritual, mental dan fisik. Seorang Penjaga gawang membutuhkah :
1. Keberanian
2. Kekuatan
3. Konsentrasi
4. Power
5. Kepercayaan diri
6. Keseimbangan
7. Kecepatan reaksi
8. Kelenturan
Keseimbangan Seorang
penjaga gawang futsal membutuhkan kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan tentunya
reaksi dalam menjalankan tugasnya. Disamping itu pula diperlukan sikap mental
yang kuat serta disiplin yang tinggi. Tingginya frekuensi berhadapan dengan
lawan maupun berbenturan dengan bola membuat kemungkinan lawan untuk membuat
atau menciptakan gol menjadi tinggi pula, maka tugas seorang penjaga gawang
adalah bagaiman memperkecil kesempatan lawan membuat sebuah gol dengan teknik
dan taktik yang benar yaitu dengan cara menangkap, blok, tendang bola serta
penempatan posisi yang prima.
Pendeknya jarak, kecilnya area permainan dan kecepatan bola
bergulir membuat seorang penjaga gawang harus cepat pula dalam mengambil
keputusan, apakah dengan menangkap, blocking, tendang.
i. Persiapan Sebelum memulai latihan, penting sekali bagi
seorang penjaga gawang untuk memperhatikan kelengkapan latihannya, pakaian,
sarung tangan, pelindung tulang kering (shin guard) pelindung lutut (knee
guard), pelindung siku (elbow guard) harus ada. Buatlah seorang penjaga gawang
senyaman mungkin dengan kelengkapan tersebut, dengan perlengkapan yang
terpenuhi maka seorang penjaga gawang dapat melakukan latihan dengan baik.
ii. Pemanasan Latihan yang benar harus diawali dengan pemanasan
yang baik dan sempurna, pemanasan dapat dilakukan bersama-sama dengan pemain
lain maupun dipimpin langsung oleh pelatih penjaga gawang. Gerakan-gerakan
senam diikuti oleh peregangan yang cukup. Lakukanlah semuanya dengan secermat
mungkin, perlu diingat bahwa resiko kemungkinan cedera yang dihadapi penjaga
gawang futsal sangat tinggi.
iii. Menangkap Bola Latihan ini dapat diberikan dengan melempar
dan menendang bola ke arah penjaga gawang yang berdiri dibawah gawang dari
berbagai sudut, penjaga gawang pun dapat menerima bola dalam keadaan berdiri,
duduk maupun tiduran. Posisi tangan, dan kaki harus benar dan dalam posisi yang
kuat, banyak cara dan gaya latihan ini. Hal ini memang tidak sering terjadi,
tetapi itu bisa saja terjadi, terutama setelah bola telah kehilangan awal
kekuatan atau daya ketika menghantam pemain lain. Ini juga memungkinkan ketika
tembakan lemah atau penjaga gawang mempunyai tangan yang sangat kuat. Menangkap
bola dengan lebih baik, akan memberikan fasilitas yang cepat dalam
mendistribusi dalam mendukung permainan.
Sebuah tim dengan penjaga gawang yang mampu untuk menangkap bola
memmiliki satu keuntungan strategi dalam melakukan counter-attack. Terdapat dua
jenis dasar menangkap bola:
1. “W” atau tangkapan bola atas “W” atau tangkapan sekeliling
adalah digunakan pada saat bola berada diatas pinggang. Tangan seluruhnya
mengelilingi bola, dengan ibu jari dan jari jemari membentuk huruf “W” di
belakang bola. Tangan, terutama ibu jari harus di belakang bola; jika tidak
penjaga gawang akan membiarkan bola melewati tangan dan tercipta gol. Gambar 12
Gerakan tangan pada saat menangkap bola atas yang membentuk huruf W
2. Tangkapan bola bawah Untuk bola di bawah pinggang, tangkapan
basket atau bola bawah yang digunakan. Tangan berada di belakang bola, waktu
tangan turun jari jemari juga turun secara bersamaan. Perlu dikritisi lagi
bahwa kedua tangan berada di belakang bola.
Gambar 13 Gerakan tangan pada saat menangkap bola bawah Teknik
menangkap : 1. Teknik menangkap bola bawah Penjaga gawang menggunakan teknik
ini pada saat bola bergulir cepat mendatar di areanya. Penjaga gawang harus
bergerak maju kedepan mendatangi bola sehingga badan berada diantara bola dan
gawang. Dalam posisi ini dia menjulurkan tangan dan memastikan kedua tangan
memeluk secara bersamaan untuk mencegah bola lolos di tengah-tengah kaki
penjaga gawang.
Gambar 14 Gerakan menangkap bola bawah Pelaksanaan teknik
menangkap bola bawah – dari posisi berdiri,tempatkan badan diantara bola dan
gawang – buka kaki selebar bahu – bungkukkan badan dengan telapak tangan
terbuka – pada saat bola mengenai tangan, kemudian kaki kanan atau kiri
ditekuk, karena apabila bola tidak tertangkap kaki yang ditekuk
mengantisipasinya
2. Teknik menangkap bola atas Teknik ini digunakan pada saat
bola yang datang diatas pinggang. Pada saat lawan melakukan tendangan penjaga
gawang bergerak ke depan untuk memeluk bola. Bola ditangkap dengan menjulurkan
kedua lengan secara bersamaan lalu memeluknya. Gambar 15 Gerakan menangkap bola
di atas Pelaksanaan menangkap memeluk bola – tempatkan badan diantara bola dan
gawang – buka kaki selebar bahu – bungkukkan tubuh kedepan dengan lengan lurus
kedepan dan lengan bawah paralel – lengan digulung sebelum saat bola pertama
kali kontak dengan telapak tangan – tarik badan seperti bola menabrak bantal –
pastikan bola diantara lengan dan dada
3. Teknik menangkap merobohkan tubuh Dengan ruang terbatas,
permukaan lapangan yang keras dan jarak lawan yang dekat dalam menembak tidak
memungkinkan penjaga gawang untuk meluncur seperti penjaga gawang dalam
olahraga sepak bola. Sebagai ganti menangkap bola di udara, penjaga gawang
futsal menggunakan teknik “merobohkan tubuh yang meliputi merobohkan kaki
disaat menggagalkan bola yang jatuh disisi samping tubuh. Pada saat itu tidak
ada tenaga (energi) yang keluar ketika meluncur. Gambar 16 Gerakan merobohkan
tubuh Teknik ini digunakan pada saat bola yang datang disamping tubuh penjaga
gawang dan memungkinkan dia merobohkan keseluruhan tubuh di samping bola dengan
posisi tangkapan yang baik dan cepat menangkap bola. Penjaga gawang harus
menggunakan kecepatan kaki ke arah posisi meluncur, melangkah ke sisi bola,
maju pada satu sudut dan menggunakan otot pergelangan kaki yang terdekat dengan
bola mengendalikan kearah bola. Gunakan kedua tangan untuk menangkap bola,
sebaiknya gunakan tangkapan W. iv. Blok Seluruh anggota badan penjaga gawang
futsal dapat digunakan untuk blocking ini, dalam sebuah pertandingan 75% tugas
penjaga gawang futsal adalah melakukan blocking. Latihan untuk mendapatkan
blocking yang baik dapat dilakukan melempar dan menendang bola ke arah gawang
dari berbagai sudut. Dibutuhkan keberanian yang tinggi dan perhitungan sudut yang
cermat untuk menutup setiap sudut tendangan. Latihan dapat dilakukan dengan
berbagai macam cara.
Didalam Futsal kebanyakan tembakan keras ke arah gawang dan pada
jarak yang dekat, benar-benar sangat sulit untuk penjaga gawang untuk menangkap
bola. Biasanya, satu-satunya pilihannya yaitu harus membelokkan atau memblok
bola yang datang menyilang atau di area penjaga gawang dengan menggunakan
tangan, badan, kaki atau apapun bagian dari badan.
Gambar 17 Gerakan dasar blok Sementara itu penting sekali
mengunakan teknik yang benar, memblok jauh lebih penting dari pada menghentikan
atau menangkap bola agar tidak masuk ke gawang. Jika sudut tembakan kecil
(ditembak adalah dari sisi samping), satu gerakan dari badan, kaki atau tangan
akan cukup untuk membelokkan bola menjauh dari gawangl. Jika tembakan berasal
dari depan penjaga gawang harus bergerak dengan cepat membuka tangan dan kaki
untuk membatasi sudut tembakan. Jika tembakan keras, penjaga gawang jangan
mencoba untuk menangkap bola tetapi hanya untuk mengarahkan bola ke lantai di
depan tubuh dan tidak ke arah lain karena kondisinya memungkinkan lawan berada
dalam posisi yang dekat. Dengan segera setelah memblok bola dan menangkapnya
penjaga gawang bisa memulai suatu serangan dengan cepat. Gambar 18 Gerakan blok
bawah Blok Bawah : – posisi badan berdiri tegak dengan posisi kaki di buka
selebar bahu – posisi kedua tangan dibuka lebar – kepala tegak dan pandangan
kearah bola – pada saat bola datang dari arah bawah maka kaki dengan cepat
bereaksi terhadap bola dengan menggerakkan kaki untuk menghalau bola – untuk
menggunakan tangan kadang terlambat karena bola yang datang sangat cepat – bola
di blok menjauhi daerah gawang.ditepis ke atas, kanan dan kiri Gambar 19
Gerakan blok atas Blok Atas, Kanan Dan Kiri : – posisi badan berdiri tegak
dengan posisi kaki dibuka selebar bahu – posisi kedua tangan dibuka lebar –
kepala tegak dan pandangan kearah bola – pada saat bola datang dengan cepat
tangan bereaksi terhadap bola dengan cara menggerakkan tangan menghalau bola – bola
diblok menjauhi daerah gawang (atas,kanan atau kiri). Bola di blok dengan satu
atau dua tangan
v. Melempar Bola Lemparan Sebuah lemparan yang baik sangat
menentukan dalam permainan futsal. Secepat setelah menangkap bola penjaga
gawang bertanggung jawab berinisiatif melakukan serangan dengan cara
mengirimkan bola ke rekan se-tim yang berada didekatnya, kecuali jika ada rekan
se-tim dalam satu posisi mencetak angka atau gol, maka melakukan lemparan jauh
atau menendang merupakan pengambilan resiko berharga. Menyeimbangkan posisi,
membebaskan tim dari tekanan dan mampu untuk melihat posisi semua rekan se-tim
adalah tugas penjaga gawang karena dalam posisi yang menguntungkan untuk
memutuskan gerakan yang terbaik. Pada umumnya lemparan penjaga gawang harus cepat,
tajam dan di atas permukaan lapangan, walaupun teknik lain mungkin juga sangat
efektif. Lemparan yang baik akan menentukan berhasil atau tidaknya sebuah
serangan. Penjaga gawang harus tahu serangan apa yang akan dimulai, kalau
counter attack maka bola haruslan tajam dan tepat dikaki pemain depan. Lembaran
bola seperti parabola dapat juga dilakukan, tergantung bagaimana posisi pemain
depan. Ingat! pemparan penjaga gawang harus 100% harus berhasil karena kalau
tidak berhasil maka lemparan tersebut dapat menjadi awal dari serangan lawan.
Berikut ini gambar dari beberapa lemparan yang harus dimiliki oleh penjaga
gawang. 1. Melempar bola bawah Gambar 20 Gerakan Melempar bawah Pelaksanaan : –
tentukan target dengan arah bahu – letakan bola ditelapak tangan – buka langkah
menuju target dengan kaki berlawanan dengan lengan yang melempar – lepas bola
dipermukaan lantai seperti gerakan melempar boling – kepala tetap tegak dengan
pandangan fokus ke target – gunakan gerakan (follow through) secara halus pada
lengan yang melempar 2. Lemparan Lembing Gambar 21 Gerakan lemparan lembing
Pelaksanaan : – tentukan target dengan arah bahu – letakan bola ditelapak
tangan disamping kepala dengan jari jemari sedikit melampaui bola untuk menahan
agar tinggi seperti jalan peluru – buka langkah menuju target dengan kaki
berlawanan dengan tangan yang melempar – membengkokkan lutut yang berlawanan
dan bergerak ke posisi lemparan – lepas bola dipermukaan lantai seperti gerakan
melempar lembing – kepala tetap tegak dengan pandangan fokus ke target –
gunakan gerakan (follow through) secara halus pada lengan yang melempar 3.
Lemparan Menyamping Gambar 22 Gerakan lemparan menyamping Pelaksanaan : – sudut
tubuh lurus dengan sasaran – letakkan bola ditelapak tangan dengan posisi bahu
dan siku tegak – posisi langkah terhadap sasaran adalah berlawanan dengan
tangan yang akan melempar – lakukan gerakan melempar lurus seperti pesawat yang
akan turun atau mendarat – lepaskan bola setinggi pinggang – putar pergelangan
tangan pada saat bola di lepas – lakukan spin atau putaran bola 4. Lemparan
Atas Gambar 23 Gerakan Lemparan Atas (Overhand Throw) Pelaksanaan : – tempatkan
bola dijari dan telapak tangan dengan lengan lurus kebelakang – tangan yang
melempar lurus di belakang badan, dengan sudut badan mengarah kearah sasaran –
tanagan yang berlawananlurus kearah sasaran – lengkungkan tubuh atas bagian
belakang dengan tumpuan pada pinggang – usahakan kepala tetap tegak – tetap
lanjutkan gerakan setelah melempar dengan kaki yang paling belakang berada di depan
vi. Menendang 1. Tendangan kaki bagian dalam Tendangan kaki bagian dalam
merupakan cara yang paling mudah, paling akurat dan tendangan handal. Tendangan
yang bisa digunakan dimanapun, baik bola stasioner atau ketika bola ditendang
kembali ke penjaga gawang untuk menyokong sebagai seorang pemain kelima.
Penjaga gawang harus memposisikan diri agar bisa menerima umpan dari pemain
tidak disalahkan. Jika pemain dijaga ketat, penjaga gawang tidak harus
mengumpan pemain tersebut. Jika mereka tidak bergerak untuk melepaskan diri
dari penjagaan lawan maka penjaga gawang harus langsung mengumpan ke pemain
yang posisinya lebih baik. Penjaga gawang harus mengumpan bola ke kaki pemain
dengan jalan bola mendatar atau tidak ada memantul. Penjaga gawang harus
memperhatikan sisi berlawanan lapangan ketika bola datang karena kemungkinan
lawan akan lebih sedikit berada di daerah tersebut sehingka penjaga gawang bisa
mengumpah ke arah tersebut. Sama dengan pemain depan, passing penjaga gawang
futsal haruslah sempurna. Latihan ini dapat dilakukan bersamaan dengan latihan
teknik dasar pemain. Gambar 24 Gerakan Mengumpan Pelaksanaan : · Tempatkan kaki
tumpu disamping bola, bukan kaki yang untuk mengumpan. · Pada saat mengumpan
selalu lihat bola. · Gunakan kaki bagian dalam untuk mengumpan. · Perhatikan
kaki ayun (kaki yang akan digunakan untuk mengumpan). · Ayun kaki dari arah
belakang sekuat-kuatnya ke arah depan. · Angkat kedua tangan kesamping, untuk
menjaga keseimbangan. · Kunci atau kuatkan tumit pada saat sentuhan dengan bola
agar lebih kuat. · Pada saat sentuhan (impact) kaki bagian dalam dari atas di
arahkan ke tengah bola (jantung) dan di tekan ke bawah agar bola tidak
melambung. · Diteruskan dengan gerakan lanjutan (follow throught), dimana
setelah sentuhan dengan bola dalam mengumpan ayunan kaki jangan dihentikan. 2.
Tendangan Voli Tendangan voli merupakan cara paling cepat dan tepat untuk
mengirimkan bola ke rekan se-tim ketika melakukan serangan balik, dalam posisi
membuat gol. Bagaimanapun, jika jalan bola melambung tinggi berarti
kemungkinannya 50-50 bola dapat diterima pemain. Gambar 25 Gerakan Tendangan
Voli Pelaksanaan : – Luruskan lengan dan pegang bola di telapak tangan
berlawanan dengan kaki yang menendang – Bahu dan dagu mengarah ke target dan
kepala tegak dengan pandangan ke bola – Melangkah kedepan dengan kaki yang
tidak menendang – Luruskan dan perhatikan posisi kaki yang menendang –
Tempatkan kaki bagian punggung di tengah bola – Gunakan gerakan lanjutan dengan
lengkap Berlari pendek kearah depan (sekitar 2-3 langkah) kunci engkel kaki
ketika menendang dibantu dengan kaki tumpu pada saat menendang. Jatuhkan bola,
bola jangan diputar dan tendang, lalu lakukan gerak lanjutan dan mendarat
dengan kaki yang menendang. Tendangan harus lurus, secara langsung sejajar dengan
target dan tidak harus memutarkan tubuh. 3. Taktik Penjaga gawang Dalam
permainan futsal, berbagai macam pergerakan lawan ataupun team sendiri dapat
terjadi dengan cepat, kiper harus bisa membaca pergerakan tersebut untuk
menutup sudut–sudut gawang dari ancaman. Situasi yang sering terjadi adalah: i.
Shooting (tendangan ke gawang) Untuk menghadapi situasi dimana lawan mempunyai
peluang untuk melakukan tendangan ke gawang, penjaga gawang diharuskan berdiri
1-2 meter dari garis gawang, tidak tertutup lebih dari jarak tersebut untuk
menutup sudut tendangan, semakin kecil sudut yang ditutup semakin besar peluang
untuk dapat menghentikan bola dengan menangkap atau memblok. Perhatikan posisi
berdiri, pastikan kuda-kuda kaki dan posisi tangan dalam keadaan benar. Ingat,
ancaman bagi penjaga gawang futsal dimulai ketika bola berada dalam penguasaan
lawan untuk itu seorang penjaga gawang harus terus mengikuti jalan bola dengan
konsentrasi tinggi. ii. One to One (satu lawan satu) Kondisi dimana penjaga
gawang berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan akan sering terjadi,
dengan penempatan posisi yang benar akan mebuat kemungkinan tidak terjadinya
gol akan sangat besar. Menghadapi situasi seperti ini, penjaga gawang maju
menutup gerakan lawan, apabila bola dalam penguasaan kaki lawan maka penjaga
gawang dilarang melakukan sliding karena ini akan memudahkan lawan untuk
melakukan tipuan, yang benar adalah maju menutup dan menahan sejenak dengan
posisi menghadang, dalam konsisi ini lawan hanya mempinyai dua opsi, 1.
Menendang bola dan ini akan membentur badan penjaga gawang, 2. Mengoper kembali
bola ke rekannya yang bergerak. Saat bola lepas inilah penjaga gawang melakukan
sliding/menjatukan badannya untuk menjangkau bola. Lakukanlah latihan-latihan
tersebut berulang dengan variasi-variasi yang membuat latihan berjalan dengan
penuh antusias, tidak membosankan. Berikanlah kata-kata penyemangat seperti
‘ok’, bagus’, dsb, ini akan mebuat kiper akan lebih bersemangat dalam bekerja.
Hentikan latihan apabila terjadi kesalahan dan beritahu dimana letak kesalahan
itu dan segera perbaiki. Ingat, penjaga gawang yang baik adalah penjaga gawang
yang mampu meminimalisir kesalahan karena sedikit saja melakukan kesalahaan
gawang anda dalam bahaya. iii. Taking part as a court player (mengambil bagian
sebagai seorang pemain) Memposisikan diri agar bisa menerima umpan balik,
penjaga gawang bisa mengambil bagian dalam menyerang sebagai sebuah poros dan
pada kenyataannya beberapa tim ketika berhadapan dengan situasi “nothing to
lose” situasi dimana menggunakan penjaga gawang mereka sebagai seorang pemain
kelima, dengan begitu bisa memanfaatkan semua kesulitan yang ada. Ini adalah
alasan mengapa penjaga gawang perlu untuk memiliki teknik menguasai bola dengan
kaki mereka dan mempunyai kepercayaan diri dalam menguasai bola dengan kaki dan
berlatih keterampilan seperti seorang pemain